KOTA PROBOLINGGO: DARI PANOPTIKON KE FRAGMENTED POWER

Hidayat, Anas and Widriyakara, Y.A. (2018) KOTA PROBOLINGGO: DARI PANOPTIKON KE FRAGMENTED POWER. Jurnal Atrium, 4 (2). pp. 93-100. ISSN 2684-6918

[img] Text
jurnal 2.pdf

Download (588kB)
[img] Text
Peer Review kota Probolinggo Dari Panoptikon Ke Fragmented Power.pdf

Download (772kB)
[img] Text
Plagiarism Kota Probolinggo Dari Panoptikon.pdf

Download (2MB)
Official URL: https://atrium.ukdw.ac.id/index.php/jurnalarsitekt...

Abstract

Kota Probolinggo yang dirancang pada masa pemerintahan kolonial Belanda, sangat jelas menunjukkan pola kota sebagai sebuah panoptikon berskala kota, seperti teori dari Jeremy Bentham. Di mana kantor residen (pemimpin wilayah) menjadi pusat (juga sekaligus pengawas) dari lingkungan pemerintahan yang linier dan lurus dari selatan (Jalan Raya Pos) ke utara (pelabuhan Probolinggo Lama). Kantor residen Probolinggo ini, secara spasial bisa “mengawasi” area di sebelah utaranya, mulai dari alun-alun, lalu stasiun kereta api yang berada di utara alun-alun, lalu benteng-gudang di sebelah utara stasiun kereta api hingga berakhir ke pelabuhan yang berada di Selat Madura. Kekuatan panoptikon ini bukan hanya soal ruang politik saja, tetapi juga termasuk di dalamnya sebagai ruang pertahanan, ruang ekonomi, ruang sosial dan bahkan ruang budaya. Jika dibandingkan dengan kondisi sekarang, maka sekarang ini kekuatan (power) telah berubah polanya dari yang terpusat menjadi lebih terpecah-terpecah, seperti pemahaman dari Richard Rorty tentang pecahnya cermin besar alam raya. Sudah tidak ada lagi pusat yang dominan (dan sekaligus mengawasi), semua memiliki kekuatan sendiri-sendiri untuk menunjukkan diri. Yang menjadi pusat pemerintahan saat ini adalah kantor walikota Probolinggo yang posisi atau letaknya sudah bergeser dari kantor residen lama (sekarang jadi markas Kodim 0820) ke arah barat. Kawasan alun-alun pun kemudian hanya menjadi area simbolis belaka. Stasiun KA berubah menjadi alat transportasi terutama untuk manusia saja, sudah tidak menjadi pengangkut komoditi internasional yang semasif dulu, hubungannya dengan pelabuhan juga telah terputus. Kelemahannya, antar elemen kota menjadi seperti tidak terhubung, tidak ada sinergi antara satu dengan yang lainnya.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Probolinggo, power, panoptikon, cermin pecah
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknik > Prodi Arsitektur
Depositing User: Anas Hidayat
Date Deposited: 26 Mar 2020 13:40
Last Modified: 15 Oct 2020 05:40
URI: http://repositori.ukdc.ac.id/id/eprint/203

Actions (login required)

View Item View Item